Open Site Navigation

Untuk keadilan akses pangan

Konsumsi makanan yang berasal dari hewan mempersulit mayoritas populasi global mengakses sumber pangan yang sehat, sementara alternatif pangan asal nabati akan secara signifikan meningkatkan ketersediaan protein dan kalori, terutama pada populasi yang menanggung kekurangan terbesar.

Lebih dari 50% produksi protein nabati dunia digunakan untuk memberi makan hewan.

Produksi ini berkontribusi langsung terhadap terhambatnya akses pangan bagi jutaan orang.

Dari semua kalori dan protein nabati yang digunakan untuk pakan ternak, hanya 3% yang akan diubah menjadi kalori dan 5% menjadi protein untuk konsumsi langsung manusia.

Pada gilirannya, hewan-hewan ini akan dimonopoli dan dikonsumsi oleh sektor sosial yang paling maju secara ekonomi. Menanam makanan secara eksklusif untuk konsumsi langsung manusia pada prinsipnya dapat meningkatkan ketersediaan kalori global hingga 70%.