Open Site Navigation

Pertanyaan umum tentang program kami

Pengguna ruang makan cenderung tidak menyukai rasa makanan baru yang diusulkan.

Secara umum, orang menganggap opsi sayuran seolah-olah hanya sebagai hiasan dan tidak menyadari ada banyak cara memasak dan menikmatinya. Sayuran dan polong-polongan dimasak dengan cara yang enak, sehat, dan memuaskan.

Selain pelatihan gratis untuk juru masak, bagaimana Anda memantau proses implementasi menu?

Kami juga berencana  menawarkan brosur edukasi digital agar pengguna tahu tentang inisiatif ini, mengetahui resep apa yang mereka coba, mengetahui nutrisi yang dimiliki setiap resep, apa yang terjadi pada tubuh saat kekurangan nutrisi tersebut dan survei singkat untuk mengetahui apa yang pendapat mereka tentang makanan yang telah mereka coba, saran untuk meningkatkannya, apakah mereka mempertimbangkan makanan yang sudan ditawarkan, atau menggantinya dengan opsi lain.

Apa manfaat bagi Institusi kita jika menerima proposal ini?

Banyak keuntungan yang didapat dengan mengikuti program ini. Di satu sisi, ada keuntungan simbolis: menjadi bagian dari institusi yang ingin mewariskan masa depan yang lebih baik bagi generasi mendatang, dan berpartisipasi dalam strategi yang berinvestasi pada pola makan yang menjaga kesehatan, lingkungan, dan akses yang adil terhadap makanan. Selain itu, ada keuntungan ekonomi, karena menu yang disarankan bisa lebih murah daripada yang biasanya ditawarkan, sehingga akan ada penghematan bulanan yang signifikan.

Mengapa protein hewani harus diganti dengan protein nabati, mengingat daging adalah makanan yang direkomendasikan untuk konsumsi sehari-hari dalam panduan Isi Piringku?

Untuk semua yang disebutkan di situs (lihat Mengapa berubah?), juga selama pertemuan yang dapat kami lakukan di institusi Anda, dan yang akan kami kembangkan secara mendalam: karena dampak konsumsi produk hewani terhadap lingkungan, terhadap kesehatan masyarakat dan dampak sosialnya.

Jika daging tidak termasuk, di mana menu proteinnya?

Mereka tersedia dalam sumber protein nabati: polong-polongan dan turunannya, serealia, biji-bijian dan kacang-kacangan. Menurut Akademi Nutrisi dan Diet Amerika Serikat dan entitas nutrisi dan kesehatan lainnya di seluruh dunia, diet sepenuhnya nabati dapat memenuhi kebutuhan protein dengan sempurna pada seluruh tahap hidup manusia. Pedoman diet nasional negara-negara seperti Brasil, Kanada, dan Swedia telah memasukkan dalam rekomendasi mereka indikasi untuk memilih protein yang berasal dari tumbuhan baik untuk manfaat kesehatannya maupun untuk lingkungan.